Headline_slide

Jembatan Suramadu, Warisan Megawati



Jakarta - Digagas oleh Soekarno, disikapi oleh Soeharto dan dibangun oleh Megawati. Begitulah sejarah panjang dibangunnya Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) yang pada 10 Juni 2009 ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pembangunan Suramadu memang baru terwujud sejak


pemerintahan Megawati. Peresmian tiang pancangnya dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri pada Rabu, 20 Agustus 2003. Bahkan, saat peresmian, dalam sambutannya tanpa teks,
Megawati berpesan kepada para bupati di Madura agar memperhatikan dan mewaspadai dampak yang mungkin akan timbul akibat pembangunan jembatan Suramadu ini.

Dampak yang disoroti Megawati terutama akan meningkatnya industrialisasi di Pulau Madura yang bisa memicu migrasi penduduk dari Jawa ke Madura. "Saya tidak ingin setelah jembatan ini dibangun masyarakat Madura malah terpinggirkan," kata Megawati.

Apalagi, lanjut Megawati, saat itu dirinya kerap menerima laporan tentang banyaknya orang-orang di luar Madura yang mengincar lahan pulau itu. "Karena itu saya minta para bupati memperhatikan hal ini dengan seksama. Awasi betul, jangan sampai tanah masyarakat Madura lepas begitu saja," Megawati mengingatkan.

Selain meresmikan tiang pancang di Surabaya, saat itu Megawati juga meresmikan bentang tengah Jembatan Suramadu di desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, pada, Jumat, 2 Juli 2004. Kala itu Megawati sebagai Presiden, memerintahkan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Sunarno untuk mempercepat pembangunan jembatan Suramadu.

Jembatan Suramadu sepanjang 5.438 meter itu, di era Megawati, biaya pembangunan jembatan itu dianggarkan Rp 2,82 triliun. Namun berdasarkan informasi berbagai sumber, ternyata biaya pembangunan Suramadu menjelang diresmikan penggunaannya oleh Presiden SBY mencapai sekitar Rp 4,5 triliun. Waktu pengerjaannya pun molor hingga 6 tahun.
(adv/adv)

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman pencarian